Tugas 4 [Mohammad Rinaldi] : Simulasi & Pemodelan dalam Sistem SDP7E21

Nama : Mohammad Rinaldi

Nim : 1803015249   

Kelas : Simulasi Pemodelan 7E

Tugas 4 [Mohammad Rinaldi] : Simulasi & Pemodelan dalam Sistem SDP7E21


1. Terang definisi Sistem menurut Taylor Schmidt dan definisi sitem secara sederhana !

Menurut Schmidt dan Taylor, sistem adalah suatu kumpulan komponen-komponen yang berinteraksi dan bereaksi antar atribut komponen-komponen untuk mencapai suatu akhir yang logis.

Secara sederhana suatu sistem dapat diartikan sebagai suatu kumpulan atau himpunan dari unsur, komponen, atau variabel yang terorganisir, saling berinteraksi, saling tergantung satu sama lain, dan terpadu


2. Terangkan tentang lingkungan sistem !

Sistem adalah tempat berlangsungnya reaksi termodinamika, sedangkan lingkungan adalah segala sesuatu di luar sistem.


3. Terangkan tentang komponen sistem !

Komponen sistem biasa digunakan untuk tujuan mengumpulkan, membuat, dan mendistribusikan berbagai data. Komponen ini terdiri dari kombinasi dari perangkat lunak, perangkat keras, dan jaringan telekomunikasi.


4. Terangkan tentang kategori sistem !

Sistem Single-user Dan Workstation

Sistem yang sederhana sekarang adalah sistem single-user dan multitasking. Sistem single-user dan multitasking mengijinkan pengguna untuk menjalankan beberapa proses pada waktu yang bersamaan,

Sistem Multitasking (Multitasking system)

Sistem multiuser menyediakan penambahan fasilitas yang mengijinkan berbagai pengguna untuk berbagi sumberdaya (resources sharing). Sistem mainframe yang besar mampu mendukung seratus pengguna secara bersama-sama. 

Sistem Server Jaringan (Network server system)

Server jaringan mirip seperti sistem multiuser. Bagaimanapun juga, beban utama dari eksekusi program bisa dirubah/ digeser dari sistem multiuser ke client individu yang dihubungkan ke server melalui jaringan. 

Sistem Waktu Nyata (Real-time system)

Sistem waktu nyata adalah sistem dimana satu atau lebih proses harus bisa mengakses CPU secara cepat ketika diperlukan. Sistem waktu nyata dibutuhkan untuk aplikasi dimana satu atau lebih program untuk mengukur atau mengendalikan perangkat I/O dan merespon di dalam mengendalikan waktu spesifik (specific time). 

Sistem Kendali Embedded (Embedded control system)

Sistem kendali embedded adalah sistem khusus yang dirancang untuk mengendalikan sebagian dari peralatan, seperti automobile atau oven microwave. Perangkat lunak untuk sistem kendali embedded biasanya disediakan di dalam ROM, meskipun demikian beberapa fungsi dari sistem operasi mungkin masih bisa ditemukan pada sistem ini. Komputer yang mengendalikan automobile. 

Sistem Terdistribusi (Distributed system)

Distributed Computing Environment, atau DCE adalah standar OpenGroup yang mendirikan sekumpulan fitur-fitur sistem operasi komputer terdistribusi. Standar DCE didukung dan tidak dibadanhukumkan (incorporated) ke dalam sistem operasi dari sejumlah vendor-vendor utama, termasuk Hewlett-Packard, Sun dan IBM.  


5. Terangkan tentang hubungan antara simulasi, model dan sistem !

Pendekatan simulasi diawali dengan pembangunan model sistem nyata. Model tersebut harus dapat menunjukkan bagaimana berbagai komponen dalam sistem saling berinteraksi sehingga benar-benar menggambarkan perilaku sistem. Setelah model dibuat maka model tersebut ditransformasikan ke dalam program komputer sehingga memungkinkan untuk disimulasikan. 


6. Buat bagan yang dapat menjelaskan hubungan antara simulasi, model dan sistem !



7. Terangkan klasifikasi model dalam sistem secara detail !

KLASIFIKASI MODEL menurut Murdick, et al. (1984) dan Ackoff, et al. (1962). MODEL diklasifikasikan menjadi 8 Kelas, yaitu :

    a. Fungsi

    b. Struktur

    c. Acuan Waktu

    d. Acuan Tingkat Ketidakpastian

    e. Derajat Generalisasi

    f. Acuan Lingkungan

    g. Derajat Kuantifikasi

    h. Dimensi

a).  KLASIFIKASI MODEL berdasarkan FUNGSI :

MODEL DESKRIPTIF : Model yang hanya menggambarkan situasi sebuah sistem tanpa rekomendasi dan peramalan. Contoh : Sturktur organisasi, tampak atas tata letak fasilitas, laporan keuangan, peta, dan daftar isi.

MODEL PREDIKTIF : Model yang menunjukkan apa yang akan terjadi bila sesuatu terjadi. Contoh : Analisa BEP, diagram pohon keputusan, dan antrian.

MODEL NORMATIF : Model yang memberikan jawaban terbaik dari suatu persoalan. Contoh : Model optimasi, PL, CPM/PERT, dan marketing mix.

b). KLASIFIKASI MODEL berdasarkan STRUKTUR :

MODEL IKONIK : Model yang menirukan sistem aslinya tapi dalam suatu skala tertentu. Contoh : Maket, layout fasilitas, cetak biru.

MODEL ANALOG : Model yang menirukan sistem aslinya denga hanya mengambil beberapa karakteristik utama dan menggambarkannya dengan benda atau sistem lain secara analog. Contoh : Sistem peredaran darah dengan selang, jaringan lalu lintas dengan jaringan listrik di jalan yang dianalogkan dengan aliran air dalam sistem pipa.

MODEL SIMBOLIS : Model yang menggambarkan sistem yang ditinjau dengan simbol - simbol biasanya dan simbol-simbol matematik. Didalam hal ini sistem diwakili oleh variabel-variabel dari karakteristik sistem yang ditinjau. Contoh : Rumus ABC, model PL, hukum Pithagoras.

c). KLASIFIKASI MODEL berdasarkan ACUAN WAKTU :

MODEL STATIS : Model yang tidak memasukkan faktor waktu dalam perumusannya. Contoh : Struktur organisasi dan model laba yang diharapkan.

MODEL DINAMIS : Model yang mempunyai unsur waktu dalam perumusannya dan menunjukkan perubahan setiap saat akibat aktivitasnya. Contoh : Model pertumbuhan populasi dan model dinamis.

d). KLASIFIKASI MODEL berdasarkan ACUAN TINGKAT KETIDAKPASTIAN :

MODEL DETERMINISTIK : Model yang pada setiap kumpulan nilai input hanya ada satu output yang unik yang merupakan solusi dari model dalam keadaan pasti. Contoh : Model laba dan model persediaan Wilson.

MODEL PROBABILISTIK : Model yang menyangkut distribusi probabilistik dari input atau proses dan menghasilkan suatu deretan harga bagi paling tidak satu variabel output yang disertai dengan kemungkinan-kemungkinan dari harga-harga tersebut. Contoh : Diagram pohon keputusan, peta pengendalian mutu, dan model RO.

MODEL KONFLIK : Model yang sifat alamiah pengambilan keputusan berada dalam pengendalian lawan. Contoh : Model kompetisi dan model posisi tawar.

MODEL TIDAK PASTI (UNCERTAINTY) : Model yang dikembangkan untuk menghadapi  ketidakpastian mutlak. Pemilihan jawaban berdasarkan pertimbangan, utilitas, dan resiko melalui probabilitas. Contoh : Model maksimin-minimaks dan model teori permainan.

e). KLASIFIKASI MODEL berdasarkan DERAJAT GENERALISASI :

MODEL UMUM : Model yang dapat diterapkan pada berbagai bidang fungsional dan untuk beberapa jenis masalah yang berbeda. Contoh : Model PL dan model antrian

MODEL DINAMIS : Model yang dapat diterapkan terhadap sebuah bidang khusus dan hanya digunakan pada masalah-masalah tertentu. Contoh : Model persediaan probabilistik, model penawaran probabilitas, dan model reaksi penjualan sebagai fungsi reklame.

f). KLASIFIKASI MODEL berdasarkan ACUAN LINGKUNGAN :

MODEL TERBUKA : Model yang memiliki interaksi dengan lingkungannya berupa pertukaran informasi, material atau energi yang mempunyai satu variabel eksogen yaitu variabel yang berasal dari lingkungan eksternal. Contoh : Model aksi reaksi dan model sosial.

MODEL TERTUTUP : Model yang tidak memiliki interaksi dengan lingkungannya dan memiliki variabel yang seluruhnya endogen, yang terkendali dan internal. Contoh : Model thermostat.

g). KLASIFIKASI MODEL berdasarkan DERAJAT KUANTIFIKASI :

MODEL KUALITATIF : Model yang menggambarkan mutu suatu realita dan yang terdiri dari 2 jenis, yaitu:

Model Mental : Model yang menggambarkan titik awal dari abstraksi dalam memahami masalah dan situasi. Contoh : /Model proses berpikir

Model Verbal : Model yang disajikan dalam bahasa sehari-hari dan tidak dalam bahasa logika atau simbolis atau matematis. Analisis bersandar pada pertimbangan yang masuk akal dan bernalar. Contoh : Model konseptual

MODEL KUANTITATIF : Model yang variabelnya dapat dikuantitatifkan. Jenis model ini terbagi menjadi 4, yaitu:

Model Statistic : Model yang mendeskripsikan dan menyimpulkan data.

Model Optimasi : Model yang digunakan untuk menentukan jawaban terbaik.

Model ini terdiri dari :

Optimasi AnalitikContoh :  Analisis marjinal dan analisis inkremental.

Optimasi LogaritmikContoh : Model optimasi algoritmik, mencari jawaban terbaik melalui proses iteratif dan contoh metode simpleks.

Model Heuristik : Model yang digunakan untuk mencari jawaban yang baik tetapi bukan jawaban yang optimum. Contoh : TSP dan kesetimbangan lintasan produksi.

Model Simulasi : Model yang digunakan untuk mencari jawaban yang baik dan menguntungkan pada sistem yang sangat kompleks. Contoh : Model simulasi diskrit dan pemrograman dinamis.

h). KLASIFIKASI MODEL berdasarkan DIMENSI :

MODEL DUA DIMENSI : Model yang terdiri dari dua faktor/dimensi penentu. Contoh : Model pegas dan regresi linear.

MODEL MULTIDIMENSI : Model yang terdiri dari banyak faktor penentu. Contoh : Analisis regresi berganda, model multikriteria, dan prototipe kapal.


8. Terangkan tentang Simulasi sebagai peristiwa diskrit !

Simulasi system diskrit: merupakan system yang perubahan statenya terjadi pada waktu-waktu diskrit.

Dari segi cara pelaksanaannya, simulasi komputer termasuk simulasi sistem diskrit sesuai dengan bentuk pengoperasian sistem secara terputus-putus, meskipun aktivitas dan operasi pada sistem ril berlangsung kontinu. Simulasi sistem dapat dijalankan dengan pelaksanaan operasi diskrit sehubungan dengan ketidaklayakan pengoperasian sistem tiruan dengan menjalankan aktivitas maya dalam bentuk kontinu.

Pengoperasian sistem tiruan berlangsung secara diskrit sesuai dengan proses pemasukan data, pengolahan data dan penerimaan output hasil pengolahan data secara bertahap pada posisi waktu atau posisi operasi maya tertentu. Meskipun proses pengolahan data berlangsung dalam selang waktu yang relatip sangat kecil, pengambilan dan penentuan nilai-nilai dalam simulasi sistem tetap berlangsung secara diskrit per periode dan per siklus.

Pengoperasian sistem secara diskrit juga berkaitan dengan pelaksanaan elemen operasi maya yang tuntas seketika melalui eksekusi perintah program, meskipun pelaksanaannya pada sistem ril berlangsung kontinu dalam selang waktu yang relatip lama. Sebagai contoh, pengisian sejumlah bahan baku ke dalam tangki persediaan pada sistem ril berlangsung kontinu dan selesai dalam beberapa jam, namun pada simulasi dapat terlaksana dan tuntas seketika melalui eksekusi perintah penambahan nilai variabel yang menyatakan isi tangki.


9. Terangkan tentang Verifikasi dan Validasi Model Dalam Simulasi !

Verifikasi model sistem dilakukan berdasarkan pengecekan kesesuaian model dengan keadaan ril, terutama dalam hal jumlah dan jenis komponen, bentuk hubungan interaksi antar komponen, serta input-output proses dalam operasi sistem. Ketidaksesuaian umumnya mengakibatkan penyimpangan hasil simulasi terhadap hasil yang seharusnya. Ketidaksesuaian model dapat terjadi dalam berbagai hal yang disebutkan di atas. Ketidaksesuaian misalnya terdapat pada komponen-komponen sistem maya yang tidak tepat mewakili komponen-komponen sistem ril dengan prosedur yang tidak efektip mengintegrasikan semua komponenkomponen sistem sehingga mengakibatkan adanya perbedaan antara operasi sistem maya dengan operasi sistem ril. Selanjutnyaprosedur pengoperasian sistem maya juga perlu divalidasi karena model operasi yang digunakan pada sistem maya kemungkinan tidak sesuai dengan bentuk operasi pada sistem ril. Model operasi sistem maya yang berbeda dengan bentuk operasi ril jelas tidak berlaku mewakili sistem ril. Model operasi sistem maya tidak valid jika uji coba simulasi memberikan hasil yang berbeda dibandingkan dengan hasil operasi sistem ril.

Sumber Tugas:  https://onlinelearning.uhamka.ac.id

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Daftar URL UHAMKA dengan Keyword Almaun oleh Mohammad Rinaldi - 1803015249

Pengamatan URL UHAMKA OLEH MOHAMMAD RINALDI - 1803015249